Tampilkan postingan dengan label Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Quran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Maret 2021

Prinsip Ketuhanan (Tadabur Al Ikhlas Ayat 1)

Perlunya bagi seorang muslim mengetahui prinsip ketuhanan. Dengan mengetahui prinsip ini diharapkan ia tidak keluar dari keislamannya. secara gamblang prinsip ketuhanan sebenarnya telah dijelaskan oleh Tuhan itu sendiri. Ketika prinsip tuhan dijelaskan oleh Tuhan itu sendiri sebenarnya secara tidak langsung menantang mereka-mereka yang mengaku atau diakui sebagai tuhan. Dan pada akhirnya seorang hamba bisa menemukan tuhan yang hakiki dan meyakininya untuk selama-lamanya.

Langsung saja masuk ke dalam prinsip yang pertama dan kedua.

Prinsip pertama tuhan pasti memiliki nama. sebuah nama yang memudahkan seseorang untuk memanggilNya, memohon kepadaNya, mengadu kepadaNya dan banyak lagi. Nama adalah gambaran harapan, gambaran kebesaran, gambaran menyeluruh tentang sesuatu. 

Ketika Adam diciptakan maka yang dipelajari olehnya pertama kali adalah nama-nama. maka kita diperintahkan mengucapkan Allah sebagai nama tuhan kita, tuhan semesta alam raya.

"Katakanlah Dialah Allah" (QS Al Ikhlas :1)

Prinsip kedua tuhan itu pasti satu. satu itu melambangkan sesuatu yang tak sama dengan yang lain, tak tertandingi, dan  sebuah kekekalan. kita bayangkan ketika tuhan itu dua, tiga dan seterusnya. maka kekuasaan menjadi bias. Menjadi gambar kekuatan yang terbatas. ketika kekuasaaan dan kekuatan itu terbatas maka hilanglah  figur tuhan yang utuh.

"Katakanlah Dialah Allah yang satu (QS Al Ikhlas: 1)




Sabtu, 27 Februari 2021

Mereka yang Berhati Bening_Para Penghuni Surga


Sejarah mencatat mereka yang memiliki hati-hati yang bening, mereka adalah penghuni surganya Allah Ta'ala. Sebagian contoh dalam surah Al Hasr  ayat 8-9 Allah menceritakan tentang dua kaum yang berhati bening, yaitu; kaum pertama Allah memberikan pujian bahwa mereka orang-orang yang shodiq/benar, mereka adalah kaum muhajirin (kaum yang ikut serta berhijrah dari Mekkah ke Madinah), keadaan mereka saat itu fakir kemudian terusir dari Mekkah dikarenakan mereka memilih memihak kepada agama Allah, mereka memiliki keyakinan bahwa karunia Allah lebih luas dan mendapatkan ridha Allah dalam kehidupan ini menjadi tujuan utama dalam kehidupan mereka maka mereka dedikasikan kehidupan mereka untuk menolong agama Allah dan rasul-Nya.

dalam firman yang Indah Allah berfirman:

لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. 

Kaum kedua yang juga Allah puji mereka, Allah menobatkan mereka sebagai orang-orang yang beruntung. Mereka adalah kaum Anshar yang menempati kota Madinah ketika peristiwa hijrah terjadi. Mereka sangat senang menyambut saudara seiman mereka yang masuk kedalam negeri mereka. Mereka memiliki hati yang bening, terlihat dari sambutan hangat mereka kepada kaum Muhajirin, mereka menyukai mereka dan tidaklah mengharap apa-apa dari hijrahnya mereka (Kaum Muhajirin) ketika masuk ke dalam negeri mereka. kalau bahasa orang sekarang no money-no service (tidak ada uang maka tidak ada layanan). Namun tidak demikin bagi orang-orang Anshar,  bahkan mereka sangat mengutamakan kaum Muhajirin di atas keutamaan mereka. Sebagaimana yang pernah kita dengar cerita dari sahabat Abdurrahman bin Auf yang ikut hijrah ketika itu mendapatkan pelayanan yang sangat baik, bahkan mereka memberikan tanah dan ladang mereka untuk ditempati oleh Kaum Muhajirin, tidak hanya itu, mereka pun bersedia memberikan istri mereka kepada kaum Muhajirin (mereka punya banyak istri). Namun Abdurrahman bin Auf memilih untuk berusaha sendiri. Allah menjaga hati-hati kaum Anshar dari sifat kikir maka mereka termasuk orang yng beruntung (baca: penghuni surga).

Allah Ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

 Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung (QS Al Hasyr: 8-9)

Pelajaran Iman yang bisa kita teladani:

1. Selalu berpihaklah kepada kebenaran, yaitu Agama Allah dan Rasul-Nya

2. Yakinilah bahwa karunia Allah itu luas dan tidak terbatas

3. Jadikan bahwa meraih ridha Allah sebagai tujuan kehidupanmu

4. Hati yang bening, hati yang penuh persahabatan dengan sesama mukmin (jauh dari celaan, tuduhan, buruk sangka, dengki, merasa tidak adil dll)

5. Mengutamakan saudara seiman adalah akhlak yang mulia

6. PENTING! jagalah diri kita dari sikap kikir/pelit.

Alhamdulillah, semoga kita bisa meneladani perilaku mereka yang berhati bening. 

Sabtu, 27 Juli 2019

Keutamaan Al Quran dan Ahlul Quran dalam Untaian Firman Allah

Ayat-ayat Al Quran yang menunjukkan tentang keutamaan Al Quran diantaranya:
Firman Allah Subhanahu Ta'alaa:

1. QS Al Baqarah 2:1-2

الم [٢:١] ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ [٢:٢] 
Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, 

2. QS Al baqarah 2: 121

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ [٢:١٢١]  
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

Jumat, 26 Juli 2019

Hukum Nun Sukun dan Tanwin_Idzhar Halqi

Idzhar artinya Jelas
halqi artinya tenggorokkan

Kaidah:

Apabila Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf Idzhar maka harus dibaca Jelas

Bertemu 6 huruf Idzhar



Contoh:
 Nun Sukun bertemu dengan ha
 فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Tanwin/fathatain bertemu dengan huruf Alif 
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

Nun Sukun bertemu huruf kho
 وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ

Kamis, 25 Juli 2019

Nasehat untuk Para Hafidz Al Quran dai Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu

Dari Musayyab bin Rafi' Abdulah bin Mas'ud Rodhiyallahu anhu berkata, " Seorang pengemban Al Quran seyogyanya menghidupkan malamnya ketika manusia tidur, berpuasa di siang harinya ketika manusia berbuka, sedih ketika manusia bahagia, menangis ketika manusia tertawa, diam ketika manusia berbicara tidak karuan, dan khusyu ketika manusia bersikap angkuh. Seorang pengemban Al Quran seyogyanya banyak menangis, bersedih, santun, bijak dan banyak diam. Seorang pengemban Al Quran tidak sepantasnya untuk berperangai kasar, lalai, teledor, gemar berteriak-teriak, dan suka marah-marah. (Abdullah bin Mas'ud Rodhiyallahu Anhu, Shabat Kufah, W. 32/33 H Madinah)

Rabu, 10 Juli 2019

5 Hal yang tidak akan diketahui oleh Manusia Sepanjang Hidupnya

Kawan-kawan pembaca pelajaran iman, hari ini kita akan belajar lima hal yang tidak akan diketahui oleh manusia sepanjang hidupnya. hal ini menunjukkan bahwa  manusia adalah makhluk yang lemah dan perlu tunduk kepada yang Maha Qowiy Azza wa Jalla. 

Adapun lima hal tersebut ialah termaktub dalam surah Luqman di ayat 34.

 Allah Ta'alaa berfirman:

إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي 
نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ [٣١:٣٤]
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. 

Senin, 07 Januari 2019

Ayat yang Membuat Para Sahabat Menangis

Dari Mujahid bin Jabr, bahwa ia datang lalu berkata, "Wahai Ibnu Abbas, aku berada dihadapan Ibnu Umar. Ia membaca ayat ini lalu menangis." Ibnu Abbas lalu bertanya, "ayat apa?" Aku berkata, "Ayat, " Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu." Ibnu Abbas berkata, "Ayat ini saat diturunkan, membuat para sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sangat sedih dan menjadikan mereka sangat terpukul. Mereka mengatakan, "Wahai Rasulullah, kita pasti binasa. Jika kita disiksa karena keburukan yang kita ucapkan dan lakukan (itu wajar). Adapun bisikan yang ada di hati kita, maka diluar kendali kita (sehingga tak beralasan bila kita disiksa karenanya)." Rasulullah bersabda kepada mereka, " Ucapkan, kami mendengar dan kami taat". Mereka pun mengatakan, "kami mendengar dan kami taat". Ibnu Abbas melanjutkan melanjutkan, "lantas ayat itu dihapus dengan ayat, "Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab ya, dan Rasul-RasulNya. (Mereka mengatakan), " Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun dengan yang lain dari Rasul-RasulNya",dan mereka mengatakan, "kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa),"Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." Mereka dimaafkan terkait bisikan jiwa (hati), namun mereka dituntut perhitungan dalam hal amal perbuatan." (Hadits Hasan).

Sumber:
HR. Ahmad. I/332; dan Ibnu Katsir dalam jamiul Bayan III/96.

Selasa, 11 Desember 2018

Adab-Adab Mempelajari Al Quran

Sumbe gambar: muslim.or.id


Al Quran adalah kalam Allah. Maka harus memuliakan dan menghormatinya, serta bersikap santun dalam berinteraksi dengannya, karena ia kitab yang mulia.
Allah berfirman:
وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ [٤١:٤١]
dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia.



لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ [٤١:٤٢]
Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.(QS.Al Fushilat: 41-42)

Untuk itu seyogyanya orang yang mempelajari Al Quran mengetahui etika/adab-adabnya, syeikh Mahmud Al Mishri menyatakan 30 Adab bagi orang yang mempelajari al Quran:

1.       Mengikhlaskan niat karena Allah dan meniatkan amal ini untuk wajah Alllah semata.
2.       Berpaling dari barang-barang duniawi. Tidak sepatutnya meniatkan mempelajari Al Quran atau mengajarkannya untuk memperoleh kemewahan maupun barang-barang duniawi, baik berupa harta, jabatan, kehormatan, popularitas, pujian, kekaguman orang banyak, atau semacamnya.
3.       Berperilku baik. Seyogyanya orang yang mempelajari Al Quran berperilaku baik, karena akhlak yang baik itu menunjukkan kesempurnaan Iman dalam hati seseorang.

Semua tentang Nikmat Al Quran


# Al Quran turun sebagai penawar dan rahmat bagi orang beriman:
Allah Ta’ala berfirman,
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا [١٧:٨٢]
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS Al Isra:82).

# Al Quran pemisah antara orang yang beriman dan tidak beriman kepada akhirat:
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُورًا [١٧:٤٥]
Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, (QS. Al Isra:45)

# Al Quran Sebagai penambah Iman.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ [٨:٢]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS. Al Anfal: 2)