Dari Mujahid bin Jabr, bahwa ia datang lalu berkata, "Wahai Ibnu Abbas, aku berada dihadapan Ibnu Umar. Ia membaca ayat ini lalu menangis." Ibnu Abbas lalu bertanya, "ayat apa?" Aku berkata, "Ayat, " Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu." Ibnu Abbas berkata, "Ayat ini saat diturunkan, membuat para sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sangat sedih dan menjadikan mereka sangat terpukul. Mereka mengatakan, "Wahai Rasulullah, kita pasti binasa. Jika kita disiksa karena keburukan yang kita ucapkan dan lakukan (itu wajar). Adapun bisikan yang ada di hati kita, maka diluar kendali kita (sehingga tak beralasan bila kita disiksa karenanya)." Rasulullah bersabda kepada mereka, " Ucapkan, kami mendengar dan kami taat". Mereka pun mengatakan, "kami mendengar dan kami taat". Ibnu Abbas melanjutkan melanjutkan, "lantas ayat itu dihapus dengan ayat, "Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab ya, dan Rasul-RasulNya. (Mereka mengatakan), " Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun dengan yang lain dari Rasul-RasulNya",dan mereka mengatakan, "kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa),"Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." Mereka dimaafkan terkait bisikan jiwa (hati), namun mereka dituntut perhitungan dalam hal amal perbuatan." (Hadits Hasan).
Sumber:
HR. Ahmad. I/332; dan Ibnu Katsir dalam jamiul Bayan III/96.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar